Mahasiswa Institut Shanti Bhuana Bengkayang Laksanakan Kunjungan Industri ke PT Borneo Alumina Indonesia (BAI)
Pada tanggal 29 April 2026, mahasiswa Institut Shanti Bhuana Bengkayang melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan bauksit menjadi alumina yang berlokasi di Bukit Batu, Sungai Duri, Mempawah, Dusun Kunyit. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi sebagai bentuk pembelajaran langsung dari dunia industri guna menambah wawasan mengenai penerapan teknologi dalam lingkungan kerja profesional.
Kunjungan industri ini menjadi agenda akademik penting karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung proses operasional perusahaan, mulai dari sistem kerja, pengelolaan data, keamanan operasional, hingga penerapan teknologi informasi dalam mendukung aktivitas perusahaan.
Mahasiswa didampingi oleh enam dosen, di antaranya Kepala Program Studi Teknologi Informasi, Ibu Yuliana, S.Kom., M.Kom., serta Kepala Program Studi Sistem Informasi, Bapak Candra Gudiato, M.Kom., bersama empat dosen lainnya. Kehadiran para dosen menjadi bentuk dukungan akademik agar mahasiswa dapat memahami tujuan utama dari kunjungan industri secara lebih mendalam.
Sesampainya di lokasi, rombongan mahasiswa disambut hangat oleh pihak manajemen PT Borneo Alumina Indonesia. Kepala perusahaan menyampaikan rasa senangnya atas kunjungan mahasiswa dari Institut Shanti Bhuana Bengkayang.
"Kami sangat senang menyambut kedatangan adik-adik mahasiswa. Semoga kunjungan ini memberikan wawasan baru dan pengalaman nyata tentang dunia industri, khususnya di bidang pertambangan dan pengolahan alumina."
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai profil perusahaan, proses produksi, sistem operasional, hingga teknologi yang digunakan. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa PT BAI merupakan perusahaan strategis nasional yang berperan dalam pengolahan bijih bauksit menjadi alumina sebagai bahan baku utama industri aluminium.
Proses produksi dimulai dari pengolahan bahan mentah berupa bauksit yang melalui beberapa tahapan pemurnian hingga menghasilkan alumina berkualitas tinggi. Setiap proses dilakukan dengan pengawasan ketat, baik dari sisi operasional maupun keselamatan kerja.
Mahasiswa terlihat sangat antusias dalam sesi diskusi. Salah satu mahasiswa dari Program Studi Teknologi Informasi mengajukan pertanyaan, "Bagaimana sistem keamanan data perusahaan dijalankan dalam lingkungan industri sebesar PT Borneo Alumina Indonesia?"
Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan menjelaskan bahwa keamanan data menjadi prioritas utama karena seluruh aktivitas operasional sangat bergantung pada data yang akurat dan terintegrasi. Sistem keamanan dilakukan melalui pembatasan akses data, penggunaan server yang terproteksi, backup data secara berkala, serta pengawasan jaringan untuk mencegah gangguan dari pihak luar.
Mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi juga bertanya, "Bagaimana perusahaan mengelola sistem informasi internal agar komunikasi antar divisi tetap berjalan efektif?"
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa mereka menggunakan sistem informasi terpusat yang memungkinkan setiap divisi mengakses data sesuai kebutuhan dan wewenangnya. Sistem ini membantu mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi kerja, serta meminimalkan kesalahan komunikasi antar bagian.
Pertanyaan lain yang menarik juga disampaikan mahasiswa mengenai peluang kerja, "Apakah Teknologi Informasi dan Sistem Informasi memiliki peluang besar untuk bekerja atau program magang di perusahaan industri seperti PT BAI?"
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja modern tidak hanya terbatas pada bidang pertambangan, tetapi juga sangat membutuhkan tenaga ahli di bidang teknologi informasi, keamanan siber, analisis data, serta pengembangan sistem digital perusahaan. "Tentu, mahasiswa dari prodi teknologi informasi dan sistem informasi bisa magang di perusahaan kami, dengan senang hati."
Mahasiswa juga menanyakan tentang keselamatan kerja, "Bagaimana sistem keselamatan kerja diterapkan di lingkungan perusahaan yang memiliki risiko tinggi seperti industri pertambangan?"
Pihak PT BAI menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Setiap karyawan wajib mengikuti prosedur keselamatan yang ketat, menggunakan alat pelindung diri lengkap, serta menjalani pelatihan rutin mengenai standar keamanan operasional.
Selain sesi diskusi, mahasiswa juga berkesempatan melihat langsung lingkungan kerja perusahaan. Hal ini memberikan pengalaman berharga karena mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di lapangan.
Melalui kunjungan industri ini, mahasiswa memperoleh wawasan baru, pengalaman nyata, serta motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi diri agar siap menghadapi dunia kerja. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pembelajaran terbaik tidak hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di dunia industri.
Institut Shanti Bhuana Bengkayang melalui kegiatan ini kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri guna menciptakan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di masa depan.